Akhir cerita Alexis

Akhir cerita Alexis

Akhir cerita Alexis

Akhir cerita Alexis

 

Manajemen dari Alexis sudah tidak dapat menghindar dari penyegelan dan penutupan Alexis. Hal ini diberitakan sendiri oleh Alexis melalui sebuah spanduk putih berukuran 2×2 meter, yang terpasang di depan lokasi hotel dan spa yang kini telah game over tersebut.

Manajemen dari Alexis juga menyatakan permintaan maaf kepad masyarakat selama beroperasi. Demi menghindari polemik yang berkepanjangan terhadap kegiatan di tempat usaha kami, maka bersama ini kami memutuskan terhitung mulai hari Rabu (28/3/2018), seluruh kegiatan usaha di dalam lokasi diseberang Ancol akhir ditutup dan tidak beroperasi selamanya.

Bocornya Informasi

Sempat terjadi dinamika terkait penutupan Alexis. Sempat berhembus Alexis akan tetap beroperasi karena sudah mengantongi izin dari Gubernur DKI Jakarta Bapak Anies Baswedan.

Menurut Anies, bila rencana belum dieksekusi maka tidak seharusnya disebar luaskan.”Ini adalah contoh ketidakdisiplinan organisasi. Anies sempat marah kepada jajarannya yang tidak tau tata krama, dengan membocorkan perintah eksekusi tempat bernama Alexis tersebut.

Gubernur DKI Geram

Anies menegaskan akan memberi sanksi siapa saja anak buahnya yang tidak mengikuti instruksinya termasuk soal penutupan Alexis. Anies berjanji akan menindak jajarannya yang tidak mematuhi SOP yang ada, bahkan berjanji akan memecatnya.

Kepala Bidang Industri Pariwisata, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Toni Bako, mengatakan penutupan salah satu anak usaha Alexis yakni 4Play berdasarkan pada laporan media massa.

Menurut dia, dinas yang dipimpinnya mengusulkan penutupan. Rencana eksekusi ALexis akan diadakan dengan secara tertutup agar tidak muncul kegaduhan. Sebanyak empat (4) usaha, yakni karaoke, musik hidup, bar, dan restoran. “Sesuai dengan pergub iya. Ada empat yang ditutup,” ujarnya.

Selain itu, Alexis disebut Toni melanggar pasal prostitusi, yaitu Pasal 55 Pergub 18/2018. Pelanggaran adanya prostitusi sudah terbukti dan menjadi dasar Alexis Tutup Total. Hal ini sangat bertentangan dengan moto Bapak Anies yang akan memanusiakan masyarakatnya, dan menghindari citra buruk bagi Jakarta.

“Tutup habis. Permanen. Riwayatmu habis, tamat riwayatmu. Kita kan enggak mau generasi muda kita dirusak,” Toni menandaskan. Anies berniat membangun citra Kota Jakarta lebih baik kedepannya, serta lebih ingin membangun sanggar budaya Betawi di Jakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.