Beberapa owner klub dunia malam mengharapkan agar tempat usaha nya bisa di buka lagi. Pengelola karaoke Arjuna kupang, Wulan berujar semoga usaha nya bisa beroperasi kembali seperti sedia kala, seperi yang sudah – sudah. Wulan mengakui bahwa diri nya mengalami kesulitan untuk mempernuhi kebutuhan – kebuuhan diri sendiri dan membayar gaji beberapa karyawan yang ada di tempat usaha nya setelah tempat hiburan malam di tutup. Pada hari kamu tanggal 30 juli 2020, wulan mengatakan terima kasih terhadap pemeriksaan yang membuat diri nya dan pihak nya ebih waspada terhadap virus covid 19.

Lalu selain wulan terdapat wanita pemilik karaoke irama yaitu Mariana mengutarakan keluh kesah yang sama dengan wulan, yakni omset bisnis nya sempat menjadi turun drastir yang di akibat kan oleh penutupan tempat dunia malam di semua sudut kota kupang. Mariana menjelaskan bahwa tempat karaoke nya sudah melakukan protokol kesehatan yang sangat ketat sekali pada pertama kali tempat usaha nya buka. Mariana juga mengungkapkan bahwa diri nya tidak merasa keberatan atas tim yang di utus pemerintah kupang untuk melakukan sebuah pemeriksaan periapan tempat karaoke milik nya untuk menghadapi “new normal”, mariana mengungkap kan bahwa semua itu demi kebaikan bersama. Juga mariana menjelaskan bahwa diri nya tidak akan menerima pengunjung yang tidak patuh terhadap protokol kesehatan yang ada, misal nya tidak mau cuci tangan dan yang lebih penting adalah tidak menggunakan masker.

Ada juga owner bar melati, yang bernama Saji mengatakan bahwa pihak nya tidak memiliki histori perjalanan yang jauh, Saji juga mengakui bahwa ia sangat kesulitan untuk membiayai kebutuhan hidup pihak nya pada saat hiburan malam serentak di tutup. Saji uga berujar bahwa pihak nya tidak bakal menerima kru dari luar untuk mencegah ada nya penularan covid 19. Saji menghrap semoga semua cepat selesai, dan usaha milik nya bisa buka kembali seperti sedia kala.