Cap Tikus

Cap Tikus, Minuman Beralkohol Khas Manado

Alexis4play – Cap Tikus ialah minuman mengandung alkohol tradisionil Minahasa hasil dari peragian dan distilasi Air Nira dari Pohon Aren. Minuman ini telah dikenali lama oleh warga Minahasa, dan biasanya di konsumsi oleh beberapa Bangsawan atau oleh warga umum pada acara tradisi.

Cap Tikus ialah minuman keras (minuman keras) yang cukup terkenal asal Minahasa. Cap Tikus dibikin dari sadapan air nira atau disebutkan dengan bahasa lokal bernama saguer yang selanjutnya disuling sampai hasilkan sebuah cairan beralkohol dinamakan cap tikus.

Denny Pinontoan, Sejarawan Minahasa menjelaskan, cap tikus ini telah ada semenjak jaman penjajahan Belanda.

Minimal ada dua versi berlainan asal mula nama cap tikus. Salah satunya versi, saat minuman keras ini mulai terkenal, ada pedagang etnis cina mengikutinya dengan cap atau merk.

Sama sesuai ejaan lama disebutkan Tjap Tikoes, itu diprediksi telah ada semenjak 1920-1930-an. Versi yang lain mengatakan, nama cap tikus itu dihubungkan dengan alat penyulingan dari bambu serupa jalan tikus.

Minuman yang sat ini telah dilegalkan oleh Pemerintahan Kabupaten Minahasa Selatan ini pada awalnya namanya Sopi. Tetapi, panggilan Sopi beralih menjadi Cap Tikus saat orang Minahasa yang ikuti pengajaran militer untuk hadapi perang Jawa, saat sebelum tahun 1829, mendapati Sopi dalam botol-botol biru dengan gambar ekor tikus. Sopi dipasarkan oleh beberapa pedagang Cina di Benteng Amsterdam Manado.

Baca juga : Absinthe – Minuman Alkohol Tertinggi Yang Dijuluk Peri Hijau

Dalam upacara naik rumah baru, beberapa penari Maengket menyanyi lagu Marambak untuk menghargai dewa pembikin rumah, nenek moyang Tingkulendeng. Tuan-rumah harus memberikan minuman Cap Tikus ke Tonaas pimpinan upacara tradisi naik rumah baru sekalian penari menyanyi “tuasan e sopi e karena itu wale”, maknanya tuang Cap Tikus wahai tuan-rumah.

Minuman keras ini populer sampai ke negeri Ternate. Info berkenaan Cap Tikus di Ternate dicatat oleh juru catat pengeliling dunia Colombus dari Spanyol namanya Antonio Pigafetta. Sesudah kapal mereka lewat 2 buah pulau Sangir dan Talaud lalu 15 Desember 1521 mereka datang di dermaga Ternate dan dijamu Raja Ternate dengan minuman arak yang dibuat dari air tuak yang diolah.

Kenapa Cap Tikus Dilegalkan ?

Akreditasi minuman ciri khas Sulawesi Utara ini diperjuangkan oleh Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Minahasa Selatan (Minsel) sendiri. Digagas oleh Bupati Minsel, Dr. Christiany Eugenia Patunru, ia mengaku banyak halangan yang ditemui dan beragam proses harus dilakukan, dari lobi pebisnis minuman mengandung alkohol, pengurusan ijin BPOM, dan pengurusan ijin-izin yang lain di Jakarta. Minuman Cap Tikus sukses dilegalisasi dan dibuat oleh pabrik di Dusun Kapitu, Kecamatan Amurang Barat. Pabrik itu dibuat oleh PT. Cawan Mas sebagai partner Pemkab Minsel dalam jalur produksi minuman alkohol ini.

Arah khusus dari akreditasi ini untuk menolong kesejahteraan petani nira dengan dibuatnya jalur produksi yang terang. Petani nira bisa menyuplai bahan cap tikus ke perusahaan yang telah legal, karena perusahaan ini memerlukan lebih kurang 60-100 ribu liter cap tikus /bulan. Air pohon nira yang disebut material dasar Cap Tikus itu sudah jadi komoditas yang makin dicari semenjak dilegalkannya minuman alkohol itu. Dari bertani nira, tiap anggota barisan petaninya dapat mendapatkan keuntungan sekitar Rp4.500.000 /bulan. Karena akreditasi ini, ada sekitaran 200.000 petani nira yang tertolong dan terjaga kesejahteraannya.

Jika sudah dilegalisasi, warga Minahasa Selatan akan condong konsumsi minuman alkohol legal yang standard dan kualitasnya telah ditanggung Pemerintahan lewat standard BPOM (Tubuh Pengawas Obat dan Makanan) Republik Indonesia. Ada Cap Tikus yang mudah didapatkan dipercayai dapat kurangi angka kematian karena minuman oplosan yang kandungannya tidak terang dan mematikan, hingga bencana beberapa ratus orang yang wafat karena oplosan seperti pada Bandung Raya bisa diminimalkan. Ini bisa menahan warga untuk lari ke oplosan.

Pasti, peraturan akreditasi minuman mengandung alkohol tidak dibikin Pemerintahan untuk mencelakakan warga. Malah kebalikannya, dengan peraturan ini pemerintahan Minahasa Selatan jamin siapa saja yang ingin minum, sepanjang ikuti ketentuan usia dan batasan pembelian minuman, kalian dapat dapat akses ke alkohol legal yang aman, dan tidak kalah penting – harga cocok di kantong.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.