Festival Ma'nene

Festival Ma’nene , Tradisi Mayat Berjalan Asal Toraja

Alexis4play – Tanah Toraja punyai daya tarik alam dan budaya. Wilayah pemilik rumah tradisi Tongkonan ini punyai beragam ritus kebudayaan. Rambu Solo dan Rambu Tuka’ jadi ritus yang terkenal. Tetapi ada ritus di Toraja yang go-international karena keunikannya yakni Ma’nene. Ritus tradisi ini menukar baju jasad nenek moyang di dusun Pangala,Toraja Utara, Sulawesi Selatan.

Ritus Ma’nene sebagai kelanjutan dari upacara Rambu Solo’. Bila Rambu Solo’ sama dengan duka, Rambu Tuka memvisualisasikan sukai dan keceriaan. Untuk warga Toraja, ritus Ma’nene sebagai lambang tengah di antara Rambu Solo’ dan Rambu Tuka. Hati sukai duka tergambarkan saat jalani ritus Ma’nene.

Adat Ma’nene

Ritus Ma’nene wajar dikerjakan tiap bulan Agustus. Di mana, warga akan buka peti untuk keluarkan almarhum nenek moyangnya. Beragam syarat harus dilaksanakan pada ritus ini. Sebagaimana untuk buka makam (lubang/patane), keluarga nenek moyang harus mempertaruhkan binatang minimum satu ekor.

Patane sebagai makam seperti rumah yang khusus untuk simpan mayat. Disamping itu, keluarga dapat mempertaruhkan beberapa hewan untuk memenuhi kurban yang dipandang belumlah cukup di saat penguburannya.

Baca juga : Noche De Los Rabanos , Festival Lobak Di Meksiko

Untuk warga Toraja agar memperoleh tingkat kehidupan kekal yang tinggi, karena itu mereka perlu lakukan kurban lumayan banyak seperti yang diusulkan keluarga di saat saat sebelum upacara Ma’nene dikerjakan.

Ritus Ma’nene diturunkan secara turun-temurun dari leluhur warga Toraja. Mereka sadar jika ritus Ma’nene harus dilaksanakan hingga ritus ini tidak lenyap termakan jaman.

Pelaksanaan Adat Ma’nene

Saat sebelum buka makam, faksi keluarga yang dituakan membaca doa dengan bahasa Toraja Kuno. Bagian keluarga bergabung disekitaran patane, selanjutnya faksi keluarga ambil jasad kakek dan nenek itu yang ada dalam liang kubur. Lantas, jasad dikeluarkan dan dibikin bersih memakai air.

Sesudah dibikin bersih, jasad dikeringkan dan ditukar memakai pakaian atau peti baru. Jasad yang sudah ditempatkan ke peti belum bisa di turunkan ke liang kubur atau masuk patane kembai

Faksi keluarga jaga jasad saat malam harinya. Keesokkannya, faksi keluarga baru melakukan potong hewan diteruskan dengan ibadat dan makan bersama. Kemudian, peti baru di turunkan ke liang kubur dan jangan dibuka lagi. Umumnya, jasad wanita akan memakai pakaian pengantin dan jasad pria memakai baju dengan rapi komplet, dari jas hinga kacamata.

Sejara Festival┬áMa’nene

Ma’Nene bermula dari pemburu binatang namanya Pong Rumasek. Jaman dulu, Pong mendapati sebuah mayat dengan keadaan memprihatinkan. Selanjutnya, dia bawa mayat itu ke rumah untuk digunakan pakaian yang pantas dan dipendam di lokasi yang aman.

Semenjak itu, Pong memperoleh banyak karunia. Dimulai dari pertanian yang panen bisa lebih cepat dan hasil pemburuan yang baik. Pong berasumsi bila menghargai dan menjaga seseorang itu dibutuhkan, sekalinya orang itu sudah tidak ada, yakni dengan menjaga mayatnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.