Festival Tenjin Matsuri

Festival Tenjin Matsuri

Alexis4play – Tenjin Matsuri, menjadikan Jepang sebuah negara yang penuh dengan atraksi spektakuler. Bukan hanya karena olahan teknologi, tetapi juga pada tradisi. Festival ini sangat populer, bahkan menjadi satu dari 3 festival besar terkenal lainnya di Jepang. Dilaksanakan di Bulan Juli, Tenjin Matsuri sebenarnya merupakan sebuah ritual agama Shinto.

Bersama dengan Gion Matsuri dan Kanda Matsuri, Festival ini di Osaka merupakan 3 perayaan terbesar di Jepang dalam hal kemeriahan. Apalagi, ditambah dengan kilauan kembang api yang menerangi malam, serta arak-arakan menyusuri jalanan dan sungai-sungai, menjadi puncak yang sangat dinanti oleh masyarakat di akhir Bulan Juli.

Mengenal Tenjin Matsuri

Festival Tenjin Matsuri adalah salah satu dari tiga festival besar Jepang. Ini adalah sebuah perayaan yang dilakukan selama sebulan, setiap tahun dari akhir Juni dan seterusnya, yang berpuncak pada klimaks yang sangat menakjubkan dan spektakuler pada 24 dan 25 Juli. Pertunjukan kembang api diadakan di hari terakhir, yaitu tanggal 25 Juli, untuk menghormati para dewa.

Jutaan orang berduyun-duyun untuk melihat acara ini setiap tahun. Bagi masyarakat, perayaan yang semarak itu terwujud ketika menyaksikan berbagai sajian pesta kostum tradisional, berbagai prosesi unik, serta semaraknya pesta hingga malam hari. Tua-muda berkumpul di jalanan hingga larut malam, hanya untuk menyaksikan kemegahan acara setahun sekali.

Ritual Agama Shinto ini tidak lain merupakan acara yang ditujukan untuk menghormati dewa ilmu pengetahuan, Sugawara Michizane. Dimulai dengan mengundang dewa keluar kuil, festival ini kemudian dilanjutkan dengan mengarak dewa keliling kota dan menyusuri sungai, serta menghiburnya dengan sajian kembang api.

Baca juga : Festival Beer Floating Di Finlandia

Acara ini akan mencapai klimaksnya selama dua hari pada tanggal 24 Juli yang dikenal sebagai Yomiya, dan 25 Juli yang dinamakan Honmiya. Acara festival yang paling populer adalah honohanabi, yaitu sebuah pertunjukan yang menampilkan 5.000 kembang api. Selain itu, ada juga 100 perahu yang akan mengarungi Sungai Okawa yang mengalir melalui jantung kota.

Festival ini memang sangat menakjubkan, bahkan popularitasnya sampai tercatat dalam sebuah novel berjudul “Tōkai dōchū hizakurige” yang diterbitkan tahun 1802-1822. Novel ini mengisahkan perjalanan dari Edo hingga Osaka. Selain itu, ada juga novel lain yang mengisahkan ritual ini, yaitu “Seken munazanyō” Tahun 1682.

Sejarah Tenjin Matsuri

Dimulai sejak abad ke-10, tepatnya pada tahun 951, ritual diawali dengan mengayunkan pedang dua mata di Sungai Okawa. Pedang tersebut dinamakan ‘Kamihoko’. Pedang Kamihoko nantinya akan tersangkut di suatu tempat, di mana tempat tersebutlah yang akan menjadi lokasi perayaan Tenjin Matsuri. Menghanyutkan pedang tidak lain adalah asal muasal ritual Hokonagashi, yang sampai saat ini juga masih dirayakan.

Di era Kanei, ritual menghanyutkan pedang sempat terhenti karena lokasi ritual berubah menjadi pasar ikan. Namun demikian, ritual diganti dengan Danjiri, yang kemudian dikenal sebagai prosesi darat dari Tenjinmatsuri. Sekitar Tahun 1600-an, dilakukan undian untuk menarik Danjiri ke dalam kuil Osaka. Hal ini dilakukan untuk menertibkan antusiasme peserta ritual ketika menarik Danjiri.

Lokasi perayaan ritual ini sempat berpindah ke Ebisujima pada akhir era Kanbun. Menyusul, banyak peristiwa yang menyebabkan pelaksanaan ritual ini dihentikan sementara. Salah satunya adalah ketika shogun Tokugawa sedang menaklukkan Chosu dari Istana Osaka. Selain itu, prosesi perahu juga tidak dilaksanakan pada tahun 1874 karena adanya wabah kolera, serta perbaikan bangunan kuil.

Meskipun ritual ini sangat megah dan sakral, namun ternyata tak sedikit yang menghalangi perjalanan pelaksanaannya. Faktor alam seperti tanah amblas, sungai meluap, ataupun karena Perang Dunia II dan Perang Sino-Jepang, serta meninggalnya Kaisar, praktis membuat ritual harus berhenti.

Mulai Tahun 1953, akhirnya perayaan ini bisa kembali dilaksanakan. Prosesi perahu dilakukan dengan menjalankan perahu melawan arus sungai. Terkadang, perayaan ini digabung juga dengan acara tahunan lainnya, khususnya dalam pesta kembang api. Hal itu agar fetival ini bisa semakin meriah.

Tenjin Matsuri Modern

Seiring berjalannya waktu, ritual ternyata juga menyesuaikan dengan kondisi. Sebagai contoh, sejak Tahun 1981, perayaan ditambah dengan penampilan Girl Mikoshi. Selama matsuri yang melibatkan mikoshi, orang-orang memikul mikoshi di pundak mereka dengan menggunakan dua, empat, atau kadang-kadang enam tiang. Mikoshi dibawa dari kuil, membawanya di sekitar lingkungan beribadah di kuil, meninggalkannya di area tertentu, sebelum mengembalikannya ke kuil.

Selain itu, dunia modern juga telah mengubah ritual ini menjadi tontonan yang menarik, lengkap dengan jajanan atau pesta kuliner di sekitar lokasi ritual. Street snack seperti takoyaki atau okonomiyaki terjadi di sana. Dengan begitu, turis akan semakin menantikan acara ini, dan tak perlu khawatir dengan lelah.

Pada saat pandemi terjadi, festival ini juga tetap dihadiri oleh banyak orang. Tentu saja, semua tetap ingin larut dalam pertunjukan kembang api yang spektakuler selama 2 jam lamanya. Pada ritual atau prosesi darat, rombongan akan melewati jalan-jalan Osaka dari Kuil Tenmangu sekitar pukul 15.30 sore. Selanjutnya, prosesi akan menuju perahu di Sungai Okawa, dan kembali ke kuil sekitar pukul 21.00.

Agenda Perayaan Tenjin Matsuri

Dalam rangkaian perayaan festival tersebut, tak satupun momen yang layak untuk dilewatkan. Mulai dari pembukaan festival, hingga acara penutup di malam hari, semuanya dikemas dengan sangat spektakuler. Tak heran jika hampir semua penduduk Osaka dan turis-turis demikian menantikannya.

1. Opening

Pada pagi hari pertama, tepatnya di Tanggal 24 Juli, acara diawali dengan adanya ritual di kuil. Akan ada doa-doa yang dilakukan di sungai, dikhususkan bagi perdamaian serta kemakmuran Osaka. Pada sore harinya, para pria dengan kostum topi tinggi berwarna merah, akan menabuh genderang sebagai tanda persiapan telah dimulai.

2. Prosesi Darat dan perahu

Puncak festival dimulai pada pukul 15:30 di hari kedua. Berbagai karakter dan kostum akan disajikan dalam arak-arakan, seperti Goblin dan Sarutahiko. Ada juga kendaraan hias, iringan musik, penari, serta berbagai atraksi menarik lainnya.

Kurang lebih selama 1 jam arak-arakan akan berjalan dari kuil ke jalanan kota. Di dalam barisan konvoi tersebut, terdapat juga mikoshi, serta miniatur kuil dengan hiasan emas. Miniatur kuil tersebut diyakini sebagai tempat untuk menyimpan roh dewa, beserta para semangatnya. Terdapat 3 miniatur kuil yang dibawa oleh anak laki-laki dan perempuan yang menuntun lembu, yang juga diyakini sebagai utusan dewa.

Setelah arak-arakan sampai di Sungai Okawa, miniatur kuil serta semua peserta festival akan diarak menyusuri sungai menggunakan perahu. Selain perahu arak-arakan, ada beberapa “perahu panggung” tempat pertunjukan tradisional bagi para penonton di sepanjang tepi sungai. Ada juga perahu Dondoko, dan juga gerai-gerai makanan di sepanjang lokasi festival. Semuanya membuat menikmati acara ini tak pernah lelah dan membosankan.

3. Atraksi Kembang Api

Prosesi sungai berlanjut saat perayaan berlangsung hingga malam dan mencapai puncaknya sekitar pukul 19.30 ketika kembang api mulai dinyalakan, berlanjut hingga sekitar pukul 21.00. Arak-arakan para gadis mikoshi akan kembali ke dalam kuil sekitar pukul 10 malam, sekaligus menandakan festival berakhir.

Ritual agama Tenjin Matsuri ini barangkali dikatakan sebagai yang paling unik, sekaligus spektakuler di antara ritual pada umumnya. Meskipun beberapa kali mengalami kendala dalam pelaksanaannya, namun kini acara spektakuler ini benar-benar dinanti oleh banyak orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.