Kanamara Matsuri

Kanamara Matsuri , Festival Penis Yang Unik Di Jepang

Alexis4play – Kanamara Matsuri di Kawasaki pada awal April adalah salah satu festival musim semi paling meriah di Jepang. Festival ini melibatkan prosesi energik dari tiga kuil Shinto portabel berbentuk penis dan berbagai makanan serta barang yang bentuknya disesuaikan dengan acara ini.

Kanamara Matsuri secara harfiah berarti Dewa Penis Besar. Dalam festival ini orang-orang mengarak sebuah patung penis raksasa berwarna merah muda. Selain patung penis merah muda, merek juga mengarak sebuah patung replika penis besi raksaksa. Festival Kanamara ini di resmikan pada tahun 1969 di kota Kawasaki setiap tahun pada hari Minggu pertama di bulan April.

Sejarah Festival Kanamara Matsuri

Pada masa Periode Edo (1603-1868), Kawasaki dulunya kawasan penginapan di sepanjang Tokaido, jalan utama yang menghubungkan ibu kota timur Edo dengan Kyoto. Diceritakan bahwa para wanita yang bekerja di penginapan sebagai pelayan dan juga pelacur biasa datang ke Kuil Kanayama untuk berdoa agar dilindungi dari penyakit dan kemalangan.

Bahkan di zaman modern, orang-orang yang menderita penyakit menular seksual terus datang pada malam hari ke kuil untuk berdoa. Inilah yang mendorong umat paroki Kuil Kanayama untuk memulai festival yang dapat dinikmati siapa saja di siang hari, tanpa diskriminasi. Semua orang bisa datang ke sini, siapapun!

Baca juga : Rekomendasi Wisata Malam Di Jepang

Ada juga legenda terkait festival ini lho. Pada zaman dahulu seorang wanita akan menemui pandai besi untuk dibuatkan patung kelamin (lingga) dari besi. Mereka percaya patung ini bisa mematahkan gigi iblis yang mengganggu hubungannya dengan sang suami. Jadi sekarang kita bisa lihat bagaimana lingga itu jadi ikon festival.

Dulu, Festival Kesuburan hanya menghadirkan sebuah alat kelamin pria raksasa (mikoshi) berwarna pink yang diarak keliling kota melintasi Jalan Kawasaki dengan ritual beserta doa kepada dewa.

Di era sekarang, tak hanya mikoshi, tapi juga diramaikan oleh banyaknya pedagang yang menjual berbagai dagangan bertema alat kelamin pria.

Fakta Kanamara Matsuri

Menurut tradisi, pekerja seks datang ke festival ini untuk memohon perlindungan dari penyakit seksual menular. Sekarang, profit acara ini disumbangkan untuk penelitian HIV Festival ini juga disebut Utamaro Matsuri, merujuk pada Kitagawa Utamaro, seniman ukiyo-e yang terkenal akan lukisan cetakan balok kayunya eksplisit secara seksual

“Kanamara” awalnya bermakna “hambatan bagi praktik Buddha”, tetapi kini menjadi eufemisme untuk genitalia pria

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.