Camden, Bar Asik Buat Nongkrong Di Cikini

Camden, Bar Asik Buat Nongkrong Di Cikini

Alexis4play – Keputusan pemerintahan larang pemasaran bir di minimarket bawa resiko teruk untuk pecintanya: banyak bar yang semakin sempit karena dipenuhi pengunjung. Akhirnya, aktivitas kongkow ada saatnya tidak seasyik dahulu. Tetapi ini tidak berlaku di Camden Bar Cikini, Jakarta Pusat. Datang pada peak hour, jam 20.00, juga kita masih mempunyai beberapa pilihan meja dan tempat duduk.

Sebagai pendatang di teritori Cikini yang kaya warung kopi, tidak banyak surprise yang dijajakan Camden, yang memiliki arti “rumah yang dikitari pohon-pohonan”. Bukannya tawarkan ide baru, bar ini sontek hampir keseluruhan style Camden Bar lain, terhitung “sang pertama” yang berada di Bandung. “Memang ide ke-2 nya menyengaja dibikin sama karena satu management,” kata bos Camden Bar, Race.

Saksikan saja interior dan perabotnya yang sama mengangkat style bar Britania Raya. Penampilannya juga sebelas-dua belas. Bendera Inggris, kursi-kursi kayu, tanaman hijau yang berdesak-desakan tutupi tembok tempat luar ruang, dan sinar lampu temaram, yang temani kita ngebir di Camden Bar Gandaria, datang di Cikini.

Tetapi ada satu keunggulan Camden Bar Cikini dibandingkan perintisnya: lokasi yang lega. Tidaklah aneh Camden Bar Cikini dapat membuat aktivitas leha-leha sambil ngebir jadi lebih nyaman.

Coba kongkow di luar ruang yang serupa dengan taman hijau, sama seperti yang kami kerjakan malam itu. Nikmati sebotol Kilkenny—bir Irlandia warna merah pekat—dengan rasa manisnya yang unik dan sepiring combo platter berisi empat jenis kudapan ialah pengusir capek yang baik. Ditambah lagi dengan alunan musik Britpop yang didengar tidak terlampau kencang di tempat luar ruang.

Baca juga : Daftar Festival Terunik Di Dunia Yang Jarang Diketahui

Bar yang di Bandung dikenali mematok murah birnya ini setia dengan opsinya memasangkan harga moderat. Belum juga harga kudapan yang dapat dikonsumsi dua-tiga orang, tidak berbeda jauh dibandingkan harga sebotol bir.

Selainnya ruang, jam operasional jadi pembanding Camden Bar Cikini dengan di Gandaria. Sementara Camden Bar Gandaria membuka jam 17.00, “si adik” bekerja lebih awal, yaitu jam 11.00. “Kami membuka lebih cepat untuk menampung mereka yang ingin singgah sekaligus makan siang,” tutur Race.

Eksesnya, team dapur Camden Bar saat ini sedang melakukan eksperimen menambahkan tipe menu makan siang. “Seiring waktu berjalan, kami merencanakan menambahkan variasi cocktail,” papar Race.

Ingat nyamannya tempat kongkow “sang bocah baru” di Cikini ini, harga birnya yang ramah dompet, dan beberapa promo yang menarik di situ, uji coba mixologist dan koki bar Camden pantas dinanti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *